Berita kusen Pintu Dan kayu

Pusat jual kusen di jakarta hubungi bp harnoto hp 08176667892. kami menyediakan berbagai macam kusen seperti kusen pintu kusen jendela kusen rumah kusen kayu kusen aluminium/ aluminium kusen minimalis serta berbagai macam kusen kusen yang lain kami siap bekerja sama dengan berbagai perusahaan pengembang perumahan, pertokooan ruko aparteman serta bangunan bangunan yang lainnya

Ekspor produk kayu dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) makin terpuruk akibat semakin menipisnya ketersediaan bahan baku.

“Sejak lima tahun terakhir ekspor dari sektor perkayuan makin terpuruk dan hingga kini belum mampu bangkit,” kata Kasubdin Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kalsel Siti Djumiah di Banjarmasin, Minggu (7/2).

Menurut Djumiah, pada 2008, volume ekpor industri kayu di Kalsel masih mencapai 234 ribu ton, dan pada 2009 menjadi hanya 209 ribu ton lebih.

Penurunan volume ekspor tersebut berpengaruh pada penurunan nilai ekspor dari sebelumnya 284,7 juta dolar AS dan pada 2009 menjadi hanya 167,4 juta dolar AS.

Dari jumlah tersebut, kata dia, industri plywood masih menjadi produk dominan ekspor perkayuan yang mencapai 158,5 ribu ton dengan nilai ekspor 108 juta dolar AS lebih, turun dibanding 2008 yang mencapai 179,4 ribu ton dengan nilai ekspor 173 juta dolar AS lebih.

Untuk mempertahankan industri kayu yang masih tersisa, kata Djumiah, pihaknya berusaha mencari terobosan baru, tidak hanya pada plywood tapi juga industri berbahan baku kayu lainnya.

Industri baru tersebut antara lain adalah moulding, yang meliputi pembuatan kusen, pintu dan berbagai macam mebel dari kayu.

Produk-produk yang banyak memanfaatkan kayu limbah tersebut kini mulai mendapatkan tempat di beberapa negara karena kualitasnya cukup memadai.

Namun hingga kini produk-produk tersebut belum mampu mendongkrak volume dan nilai ekspor perkayuan di Kalsel yang terus merosot setiap tahun.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel Adi Lakosno mengatakan, produk-produk mebel kayu Kalsel mampu bersaing dengan produk-produk impor seperti dari China.

Namun produk-produk kerajinan Kalsel jauh lebih mahal dibanding produk impor, sehingga pemasarannya masih kalah bersaing.

“Kalau dibanding mebel asal China kualitas produk Kalsel masih unggul, tapi harganya jauh lebih mahal sehingga kalah bersaing dalam pemasaran,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, pemerintah diharapkan bisa memikirkan hal tersebut, sehingga produk-produk hasil industri dalam negeri harganya bisa bersaing dengan produk luar.

“Pemerintah harus mengurangi hal-hal yang bisa menimbulkan biaya besar bagi para perajin, antara lain dengan membangun sistem transportasi yang lebih baik,” katanya. (Ant/OL-04)

Sumber : Media indonesia

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: